kenzo — Sun, 11/05/2008 - 06:07
Kelakuan Lynne Tziolas (24) guru SD di Australia yang berfoto bugil bersama suaminya, Antonios di sebuah majalah wanita Cleo membuat sekolah merasa malu. Akibatnya, pihak sekolah kemudian memberhentikan Tziolas. Namun demikian Tziolas tidak menerima begitu saja keputusan sekolah ini. Dia berencana melakukan tindakan legal untuk mengambil kembali jabatannya sebagai guru SD di sekolah umum Narraweena. ""Sebagai seorang guru kita dituntut untuk menjadi seorang manusia super dan tidak mempunyai kehidupan pribadi. Ini mengingkari kenyataan kenyataan bahwa guru adalah manusia normal. Kami berhubungan seks dan kami menikmatinya," ujar Tziolas membela diri."
Artikel Tziolas dalam Cleo memang membahas detail tentang hubungan suami istri. Tziolas yang telah bekerja selama dua tahun di sekolah tersebut langsung diberi surat pemecatan sejak artikel tersebut beredar. Dalam suratnya, sekolah beralasan bahwa ada orang tua murid yang protes akan perbuatannya tersebut, dan karena ia hanya guru sementara maka sekolah memecatnya. Padahal menurut Tziolas kontrak kerjanya belum selesai. "Saya melihat artikel Anda di majalah Cleo dimana foto Anda muncul bersama dengan artikel tentang kehidupan pribadi Anda. Sehubungan dengan protes yang muncul dari anggota komunitas terkait artikel ini. Saya takut bahwa hal ini akan berimbas serius dalam pekerjaan Anda di sekolah umum Narraweena," ujar surat yang dikirim sekolah sebelum pemecatan Tziolas keesokan harinya. Apa yang dilakukan sekolah tentu saja membuat ia marah. Ia sama sekali tidak merasa melakukan kesalahan.
Menurut Tziolas, foto itu di majalah dewasa sedangkan ia mengajar di SD, tidak mungkin anak SD membaca majalah yang memuat fotonya tersebut. "Saya bisa mengerti keputusan itu jika saya mengajar di sekolah tinggi (SMA), tapi saya guru SD dan foto itu muncul di majalah wanita dewasa," ujar Tziolas. "Saya akan membuat mereka tahu bahwa saya tidak akan membiarkan kehidupan pribadi saya mempengaruhi ataupun berimbas di dalam kelas," tambahnya.
Pernyataan Tziolas ini tampaknya mendapat dukungan dari sebagian orangtua murid. Lebih dari 40 orang tua murid membuat petisi yang mereka tandatangani bersama. Mereka meminta pengembalian jabatan Tziolas seperti semula. ""Kami percaya dia diperlakukan salah dan kami seharusnya diberitahu sekolah sebelum keputusan dibuat. Bu Tziolas adalah guru yang hebat yang dikenal baik oleh anak-anak, staff dan orang tua," kutipan sebagian isi petisi tersebut." Pernyataan petisi ini tampaknya membesarkan hati pasangan ini. Antonios menyatakan bahwa mereka akan melakukan foto yang seperti itu lagi jika ada kesempatan. "Apa yang kami lakukan kami pertanggung jawabkan bersama dan kami akan melakukannnya lagi," ujar Antonios yang juga seorang guru
Artikel Tziolas dalam Cleo memang membahas detail tentang hubungan suami istri. Tziolas yang telah bekerja selama dua tahun di sekolah tersebut langsung diberi surat pemecatan sejak artikel tersebut beredar. Dalam suratnya, sekolah beralasan bahwa ada orang tua murid yang protes akan perbuatannya tersebut, dan karena ia hanya guru sementara maka sekolah memecatnya. Padahal menurut Tziolas kontrak kerjanya belum selesai. "Saya melihat artikel Anda di majalah Cleo dimana foto Anda muncul bersama dengan artikel tentang kehidupan pribadi Anda. Sehubungan dengan protes yang muncul dari anggota komunitas terkait artikel ini. Saya takut bahwa hal ini akan berimbas serius dalam pekerjaan Anda di sekolah umum Narraweena," ujar surat yang dikirim sekolah sebelum pemecatan Tziolas keesokan harinya. Apa yang dilakukan sekolah tentu saja membuat ia marah. Ia sama sekali tidak merasa melakukan kesalahan.
Menurut Tziolas, foto itu di majalah dewasa sedangkan ia mengajar di SD, tidak mungkin anak SD membaca majalah yang memuat fotonya tersebut. "Saya bisa mengerti keputusan itu jika saya mengajar di sekolah tinggi (SMA), tapi saya guru SD dan foto itu muncul di majalah wanita dewasa," ujar Tziolas. "Saya akan membuat mereka tahu bahwa saya tidak akan membiarkan kehidupan pribadi saya mempengaruhi ataupun berimbas di dalam kelas," tambahnya.
Pernyataan Tziolas ini tampaknya mendapat dukungan dari sebagian orangtua murid. Lebih dari 40 orang tua murid membuat petisi yang mereka tandatangani bersama. Mereka meminta pengembalian jabatan Tziolas seperti semula. ""Kami percaya dia diperlakukan salah dan kami seharusnya diberitahu sekolah sebelum keputusan dibuat. Bu Tziolas adalah guru yang hebat yang dikenal baik oleh anak-anak, staff dan orang tua," kutipan sebagian isi petisi tersebut." Pernyataan petisi ini tampaknya membesarkan hati pasangan ini. Antonios menyatakan bahwa mereka akan melakukan foto yang seperti itu lagi jika ada kesempatan. "Apa yang kami lakukan kami pertanggung jawabkan bersama dan kami akan melakukannnya lagi," ujar Antonios yang juga seorang guru

No comments:
Post a Comment